10 Februari 2020

Rangkaian kegiatan Milad dan Haul ke 27 Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, diataranya adalah kegiatan Lomba olahraga dan seni guru dan staf  antar unit di Yayasan al-Muhajirin yang diselenggarakan 10 Februari 2019 di Al-Muhajirin kampus 2

Berikut foto-foto kegiatan lomba:














PURWAKARTA - Trans Metro News - Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta DR. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd. berikan sambutan dalam pembukaan perlombaan antar unit yang ada di Yayasan Al-Muhajirin yang di gelar di Kampus 2, (09/02/2020).
Hj. Ifa menyampaikan perlombaan antar unit ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Milad dan Haul Yayasan Al-Muhajirin yang ke 27
"Perlombaan ini bukan hanya menentukan siapa yang kalah dan yang menang tapi juga sebagai ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antara guru, staff dan pegawai di tiap unit yang ada di Yayasan Al-Muhajirin" Ucap Hj. Ifa

Tambah Hj. Ifa "Dalam kehidupan kita harus mau berlomba agar kita tidak ketinggalan, dan ini bisa menunjukan yang terbaik bagi almamater, peserrta didik juga untuk diri kita." Ujarnya
Hj. Ifa menyampaikan dalam perlombaan kita harus menunjukan sportifitas
"Yang paling penting dalam setiap perlombaan kita harus menunjukan rasa sportifitas yang tinggi, karena jika menunjukan sportifitas itu merupakan suatu contoh untuk peserta didik agar berlaku jujur dan juga mempunyai rasa sportifitas di setiap perlombaan apapun" Pungkasnya
(Red)

09 Januari 2020



Perkembangan Teknologi Informasi (TI) pada akhir-akhir ini begitu luar biasa, pemanfaatan dan segmen penggunanya pun kian meluas, hari ini TI penggunaannya bukan hanya digunakan oleh instansi-instansi atau perusahaan-perusahaan besar, namun saat ini lembaga kecil bahkan perorangan pun banyak memanfaatkan kecanggihan TI untuk menunjang kebutuhan lembaga atau perorangan.

Lembaga pendidikan yang mulanya tidak banyak memanfaatkan TI kini sesuai dengan tuntutan dan kemajuan zaman menjadikan penggunaan TI dalam lembaga pendidikan menjadi keniscayaan. SMP/MTs Al Muhajirin terus meng-update terutama dalam pemanfaatan TI dalam menunjang kegiatan di SMP dan MTs Al Muhajirin.

Aplikasi Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah atau lebih dikenal dengan singkatan JIBAS kini menjadi salah satu aplikasi yang digunakan dalam menunjang sistem TI di SM/MTs Al-Muhajirin, dengan aplikasi ini beberapa layanan informasi dari buku induk siswa, daftar katalog perpustakaan  dapat disajikan dengan cepat melalui aplikasi ini.

Sementara itu   untuk presensi kehadiran guru, agenda pembelajaran dan penilaian siswa SMP/MTs Al-Muhajirin menggunakan aplikasi Google Form dan Spreed sheet cukup efektive dalam menampilkan informasi dan data. Sejak digulirkan kemanfaatan TI ini cukup  membantu dalam menyajikan informasi-informasi yang diperlukan sekolah.

SMP/MTs Al-Muhajirin Go Online!!! 


09 Desember 2019



Berkreasi dengan seni Berolah raga dengan hati, demikian slogan yang menjadi tema besar pekan olah raga antar kelas SMP / MTs Al Muhajirin Purwakarta yang populer dikalangan siswa-siswi dengan sebutan ASEAN (Art Sport Education). Rutinitas dipenghujung semester ganjil ini memadukan 3 unsur potensi siswa, seni, olah raga, dan pendidikan. Seniman, Olahragawan dan si genius dari tiap kelas akan unjuk gigi memamerkan keahliannya masing-masing, berharap bendera kelasnya terangkat naik seiring atlet-atlet mereka merengkuh piala di podium tertinggi. 

Grand Opening ajang siswa bertalenta ini digelar pada hari Senin 9 Desember 2019 yang bertempat di lapangan Al Mukhtar untuk atlit-atlit putra dan lapangan Thariq bin Jiyad untuk atlit-atlit putri. Berkolaborasi dengan siswa SMI 46 dengan ketua panitia saudara Arif, panggung utama di buat H-1 pukul 22.00 setelah semua santri beristirahat. Hal ini dituturkan oleh ketua panitia ASEAN saudara Taufik " Insya Alloh panggung nanti malam dibuat pak bareng kakak OPPAL"  demikian penuturan sijangkung, OSIS ketua olahraga kepada tim redaksi. Tak mau kalah dari putra, saudari Avvyat (ketua OSIS ) putri,  saudari Mia (Ketua OPPAL) bersama rekan-rekannya berjibaku menyulap lapangan  Tobiz menjadi panggung megah pembukaan Sport Action ASEAN. 

Hadir pada acara ini siswa-siswi, guru-guru, Kepala SMP / MTs Al Muhajirin  dan SMA / MA Al Muhajirin kampus pusat. Setelah sambutan kepala SMA MA Al Muhajirin, K.H. R. Marfu Muhyidin Ilyas, M.A, Kepala SMP Al Muhajirin Bapak Enang Sutiana, S.Pd didaulat untuk  membuka acara secara simbolis dengan menabuh gendang yang sudah disiapkan. sedangkan diputri kepala MTs Al Muhajirin H. Amit Saepul Malik, M.Pd secara simbolis membuka acara ini dengan menyalakan smoke bomb dan melepas balon ke udara sebagai pertanda dibukanya kegiatan sport action asean putri.


18 November 2019


PURWAKARTA – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,  Pondok Pesantren   Al -Muhajirin Purwakarta gelar perlombaan  islami seperti menulis kaligrafi, membaca berjanji dan Asmaul Husna, Sholawat Nabi, Bordah.
Perlombaan di ikuti semua Unit yang ada di Yayasan Al-Muhajirin dari mulai siswa sampai guru, staff dan pegawai serta melibatkan masyarakat yang tergabung dalam organisasi Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT).
Dari sederetan lomba yang dipertandingkan, lomba baca Barjanzi  merupakan cabang lomba yang baru dipertandingkan mempertemukan sebanyak delapan belas tim dari perwakilan unit Al-Muhajirin  dan anggota BKMT perwakilan kecamatan se Kabupaten Purwakarta.
Dalam lomba tersebut tampil sebagai  jawara kontingen SMP/MTs Al-Muhajirin Purwakarta, serta berhak mendapatkan tropy dan uang pembinaan sebesar Rp. 1.000.000,.
Salah seorang penitia perlombaan antar unit di yayasan Al-Muhajirin dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Asep Anang Afandi, S.Pd.I, mengatakan kegiatan ini rutin di selenggarakan di Ponpes Al-Muhajirin
“Salah satu tujuan diadakannya lomba–lomba yaitu untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan antar unit serta menggali potensi pada siswa, guru dan pegawai yang ada di linggkungan yayasan Al-Muhajirin” ujarnya.

PURWAKARTA –  Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang diselanggarakan Yayasan Al-Muhajirin di halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muhajirin Kampus Pusat Jalan Veteran Purwakarta,Minggu (17/11/2019) di hadiri Ribuan jamaah dari berbagai kalangan
Hadir dalam Peringatan Maulid Nabi, Pimpinan Ponpes Al-Muhajirin Kh.Abun Bunyamin, Ketua Yayasan Al-Muhajirin Dr. Hj. Ifa Faizah RohmAh, M.Pd beserta para pengurus Pondok Pesantren Al-Muhajirin
Tampak hadir pula Bupati Purwakarta di wakili oleh Asda 1 Entis Sutisna dan beberapa pimpinan unsur muspida, muspika, dan warga sekitar Pondok Pesantren yang diisi dengan ceramah agama oleh DR. Kh.Abun Bunyamin, M.A, Syehk Imanuddin Najib dan Kh.A.Ja’far Shodiq, M.Ag.M.Si.
DR. KH. Abun Bunyamin, M.A, dalam tausiyahnya, mengingatkan tentang keimanan dan ketaqwaan kepada Allah  dan Rasul-Rasul Nya terutama Nabi Muhammad SAW, karena sebelum Nabi Adam diciptakan sudah tertulis kalimat “Lailla haillallah muhammaddur rasulullah”.
Menurutnya, keteladanan kehidupan Rasulullah sebagai seorang pemimpin sangat patut dicontoh seperti serba kekurangan, tidak memperkaya diri pribadi dan keluarga.
“Seandainya pada saat ini ada pemimpin ummat yang sedikit saja dapat menuruti akhlak Nabi Muhammad, maka tentu akan menjadi pemimpin yang sangat teladan pada zaman sekarang ini,” ucapnya.
KH. Abun menceritakan, dari sekian banyak Nabi, hanya ada seorang Nabi yang akan memberikan syafaat yaitu Nabi Muhammad, Maka dari itu sebagai ummatnya hendaklah sering-sering bershalawat setiap hari.
Kegiatan ini di meriahkan juga dengan lomba – Islami dan santunan anak yatim (boy) https://jabarexposeraya.com

PURWAKARTA –  Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselanggarakan di halaman Pondok Pesantren  Al-Muhajirin Kampus Pusat Jalan Veteran Purwakarta,Minggu (17/11/2019) di hadiri Ribuan jamaah dari berbagai kalangan.
Hadir dalam acara perinatan Maulid Nabi Mauhammad SAW, Bupati Purwakarta di wakili oleh Asda 1 Entis Sutisna dan beberapa pimpinan unsur muspida, muspika, dan warga sekitar Pondok Pesantren, dan diisi dengan ceramah agama oleh DR. Kh.Abun Bunyamin, M.A, Syehk Imanuddin Najib dan KH.A.Ja’far Shodiq, M.Ag.M.Si.
Asda I Pemkab Purwakarta Entis Sutisna dalam sambutannya mengatakan,
” Kami sangat apresiasi terselenggaranya kegiatan peringatan Maulid Nabi yang di selengarakan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta dan ini sudah menjadi tradisi  oleh warga setiap hari baik di rumah masing-masing maupun masjid dan mengucapkan banyak terima kasih atas terjalinnya dengan pemerintahan Karena sama-sama untuk mencerdaskan bangsa,” ucapnya
Lanjut Entis, Kami berharap agar tradisi ini dapat dipertahankan di masyarakat dan tentu saja ajaran Nabi Muhammad SAW juga selalu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga akan sesuai dengan visi dan misi pembangunan yang salah satunya adalah agamis, ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Ponpes Al-Muhajirin di isi juga dengan lomba–lomba  Islami dan santunan anak yatim (boy) https://jabarexposeraya.com

08 November 2019





Rabu,  6 November 2019  acara  Pelatihan Kewirausahaan Program Sekolah Berbasis Pesantren (SBP) Al-Muhajirin Purwakarta secara resmi telah dibuka oleh Bapak Dede Supendi, S.Pd.I  selaku kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendikan Kab. Purwakarta. Acara ini dilangsungkan  dengan 3 Sesi yang meliputi materi Motivasi Kewirausahaan, Teknik Pembuatan produk bermutu dan teknik pemasaran serta pengemasan produk.


Acara yang diikuti siswa dan siswi SMP Al-Muhajirin Purwakarta ini dihdiri oleh direktur sekolah menegah dan tinggi yayasan Al-Muhajirin serta praktisi pengusaha muda diwilayah puurwakarta yang berbagi ilmu kewirusahaan dengan siswa dan siswi SMP Al-Muhajirin Purwakarta.

Pemaparan dan motivasi sukses yang dibagikan para pemateri, sangat memberikan  pencerahan kepada para peserta, hal ini terlihat dari antusiasme peserta ketika mereka dibentuk kelompok untuk merancang sebuah usaha dan memaprkannya kepada peserta yang lain.


Hasil dari kegiatan pelatihan wirusaha ini diharapakan para siswa mampu memiliki jiwa enterprenership yang unggul dan mampu membaca peluang usaha dilingkungan sekitar siswa.

26 Oktober 2019



SMP/MTs Al-Muhajirin Purwakarta merupkan lembaga pebndiikan tingkat menengah yang berbasis Pondok Pesantren, mewajibkan seluruh santrinya untuk tinggal diasrama dengan berbagai aktivitas dan fasilitas untuk mendukung kegiatan pembelajaran.

Vidio profil SMP/MTs Al-Muhajirin berikut menggambarkan akativitas para santri di Pondok Pesantren Al-Muahjirin Purwakarta 
Klik Video Profil SMP/MTs Al-Muhajirin

07 Oktober 2019


Silaturahmi Wali Santri dan Keluarga Besar SMI 1-3 Al Muhajirin merupakan salahsatu agenda rutin sekolah yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali, bertepatan dengan pembagian raport Penilaian Tengah Semester (PTS), Penilaian Akhir Semester baik semester ganjil ataupun genap. pertemuan  pertama dilaksanakan pada hari Minggu, 6 Oktober 2019 yang diperuntukan untuk wali santri kelas 8 dan 9, sedangkan pertemuan wali santri kelas 7 baru akan dilaksanakan pada hari minggu 14 Oktober 2019 yang bertempat di Aula Ummi Pondok Pesantren Al Muhajirin. 

Acara silaturahmi wali santri  kelas 8 dan 9 ini menjadi ajang show santri-santri bertalenta. Hal ini dapat terlihat dari rundown acara yang disusun Sakira dan Siyori yang bertugas sebagai master of Ceremony (MC). Pukul  07.30 grup hadroh Syubanul Muhajirin mulai memanjakan  Wali Santri yang mulai berdatangan dengan lantunan lagu-lagu religi seperti lagu Ahmad Ya Habibi yang populer dinyanyikan oleh Nissa Sabyan, kemudian lagu Yaa Lal Wathan buah karya K.H. Wahab Hasbullah dan  Addinu Lana salah satu lagu trending youtube yang dinyanyikan aktor film The Santri, Gus Azmi. Grup hadroh yang mengidolakan Habib syech ini beranggotakan 12 orang. Vokalis Aldi, Hafidz, Sahrul, Galih dan Paalih, Rebana dipegang oleh Thoriq, Raafi Ahmad, Rafly dan Ihsan. Bas, Tamtam dan Darbuka dimainkan oleh Gentar, Raafi Haikal dan Faqih Izzudin. Penampilan selanjutnya setelah selesai hadroh, adalah Nasyid SMI 1-3 dengan personil, Yumi Barokah, Maura Rizki, Najela dan sikembar Mutiara Sela Seli. Lagu yang mereka bawakan adalah sholawat (akapela) dan lagu yang lagi hits dinyanyikan Agnes Kamaleng, Hanya Rindu. 

Setelah selesai penampilan selamat datang dari grup hadroh dan Nasyid SMI 1-3 Al Muhajirin, Acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC, Syakira dan Siyori, Pembacaan Tawasul oleh Raihan Alviansyah, Sholawat oleh grup Hadroh Ahbabul Qolbi, dan sambutan dari Bapak kepala Sekolah Bapak Enang Sutiana, S.Pd, Sambutan oleh Ibu Ketua Yayasan DR. Hj. Ifa Faizah Rahmah, M.Pd. Beliau menegaskan tentang pentingnya pendidikan sopan santun bagi para santri. Beliau mengatakan  "Al Adabu Muqoddamun 'Ala Ilmi", selain itu beliau juga menjelaskan tentang pentingnya pendidikan kemandirian bagi santri . 

Acara Kemudian dilanjutkan dengan Tausiyah Bapak Kiyai Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhajirin Bapak DR. KH. Abun Bunyamin, M.A. Diantara Tausiyah yang beliau sampaikan adalah 
Malaikat tidak lebih Mulya dari Nabi Adam, Nabi Adam lebih Mulya karena Ilmu. Selain itu beliau juga menjelaskan tentang pentingnya keikhlasan dalam mendidik anak, beliau mengungkapkan " Keikhlasan menjadi kekuatan bagi kita". Selain itu beliau menjelaskan tentang makna taqwa, " Taqwa itu terdiri dari 4 huruf  Ta bermakna Tawadhu, Qof bermakna Qona'ah, Wa bermakna Wara' dan Ya bermakna Yakin kepada Alloh SWT. 

 Selesai tausiyah Bapak Kiyai, acara dilanjutkan dengan penampilan dari Kelas Kitab, Najwa Yulia yang membahas Kitab Ta'lim dengan detail, tidak hanya membahas kandungan kitab ta'lim tentang pentingnya cara-cara dalam belajar tapi juga dikupas dari segi nahwu shorofnya. Penampilan selanjutnya yaitu dari kelas tahfidz yang dibawakan oleh Julfi, Riska, Nadia, Ajrina, Najwa Hanim dan Khodijah. dan acara ditutup dengan do'a yang dipimpin oleh saudara Febrian. Acarapun selesai dan semua wali santri dipersilahkan untuk memasuki kelas untuk pengambilan raport Penilaian Tengah Semester. 


30 September 2019



Kelas Takhosus  Tahfidz Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta mempunyai kegiatan simaan Al-Quran dalam rangkaian kegiatan Penilaian Tengah semester (PTS), simaan adalah kegiatan pembacaan Al Qur’an tanpa melihat kitab suci Al Qur’an yang dilakukan oleh satu santri dihadapan guru, orang tua dan santri lainnya jika ada yang salah maka kewajiban penyimak untuk mengislahnya, kegiatan ini dilakukan mulai hari Selasa sampai  Kamis 24-26  September 2019, mulai pukul 10.00 sampai 15.00 di Aula Ummi.
Berikut Link Video Kegiatan Simaan Al QuranVideo Simaan Al-Quran

28 September 2019

Naskah Khutbah Istisqa’
Khutbah I
اَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ الذي لاَ اله اِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَـيُّومُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ (٩x)
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْ‌ضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. 
أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ الله أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ.
Hadirin sekalian, saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada para hadirin sekalian, marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah subhânahu wa ta’âlâ dengan selalu menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya.
Para hadirin, sesungguhnya Allah subhânahu wa ta’âlâ adalah Dzat yang Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya:
إِنَّهُ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا  
“Sesungguhnya Allah Maha Penyayang terhadap kalian.” (QS. al-Isra’: 66).
Dan, berulang kali dalam Al-Qur’an dinyatakan bahwa Allah Maha-Rahman dan Maha-Rahim. Ini semua adalah garansi dari Allah bahwa Allah akan memberikan aneka nikmat pada para hambanya yang dikehendaki dengan berbagai kenikmatan yang tak mungkin bisa dihitung jumlahnya, seperti dinyatakah dalam Al-Qur’an:
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا 
“Kalau kalian menghitung nikmat-nikmat Allah, maka kalian tak mungkin bisa menuntaskannya” (QS. Ibrahim: 34).
Akan tetapi, mengapa kita lihat banyak sekali orang-orang yang ditimpakan kesengsaraan? Mengapa kita lihat di sekeliling kita banyak yang tertimpa musibah? Dan mengapa saat ini kita tidak mendapat hujan yang biasanya telah membasahi bumi kita, mengairi sungai-sungai kita, menjadi minuman bagi tanaman, ternak dan kita sendiri? Untuk menjawabnya, marilah kita ingat firman Allah subhânahu wa ta’âlâ berikut:
ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ 
(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. al-Anfal: 53).
Ayat di atas menjelaskan bahwa memang pada dasarnya Allah Maha Pemurah dan Penyayang sehingga senantiasa memberikan aneka nikmatnya kepada para hambanya. Namun demikian, Apabila kemudian hamba-hamba tersebut mendustakan nikmat-Nya, melakukan berbagai maksiat, melakukan aneka kezaliman  yang kesemuanya dilarang Allah, maka  saat itulah Allah kemudian berubah dari asalnya memberi nikmat berubah menjadi memberi hukuman. Bukan Allah yang berubah menjadi tidak penyayang, tetapi manusia itu sendirilah yang berubah menjadi sosok yang tak layak disayangi lagi. Akhirnya, sesuai firman tersebut, Allah akan memberikan beragam kesulitan dan kesengsaraan kepada manusia. Karena itulah, marilah senantiasa kita bertobat kepada Allah.
اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
Tentang air hujan, Imam Ibnu Majah meriwayatkan dari Abdullah ibnu Umar bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda:
يَا مَعْشَرَ المُهَاجِرِيْنَ خَمْسٌ إِذَا ابْتَلَيْتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوْذُ بِاللهِ أَنْ تُدْرِكُوْهُنَّ ……وَلَمْ يَمْنَعُوْا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلا مُنِعُوْا القَطْرَ مِنَ السَّمَآءِ وَلَوْ لا البَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوْا…… 
“Wahai kaum Muhajirin! Ada 5 perkara di mana jika telah menimpa kalian maka tiada lagi kebaikan bagi kalian. Dan aku berlindung dengan Allah S.W.T agar kalian tidak menemui zaman itu. Di antara lima hal itu: …. Dan tidaklah mereka menahan zakat mal melainkan ditahan juga air hujan dari langit untuk mereka. Jika seandainya bukan karena binatang yang hidup di muka bumi ini niscaya tidak diturunkan hujan.” (H.R. Ibnu Majah)
Dalam hadits ini disebutkan bahwa orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat mal menjadi salah satu penyebab air hujan ditahan untuk turun. Artinya kemaksiatan yang kita lakukan berupa menahan hak-hak kaum fakir miskin akan berbalik efek buruknya pada masyarakat sendiri. Ketika kita tak lagi peduli dengan orang sekitar, maka Allah tak lagi peduli dengan kita. Sebagaimana disebutkan dalam suatu hadits:
وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
“Allah akan selalu menolong seorang hamba, selama hamba tersebut menolong saudaranya”. (HR. Muslim)
Karena itulah, mari kita tunaikan kewajiban zakat kita, kita tingkatkan kadar sedekah kita, kita saling bantu meringankan beban orang-orang yang tidak mampu. Dengan begitu, kita bisa berharap agar kemarau ini terangkat dan hujan segera turun kembali. Dan terakhir yang paling penting, marilah kita perbanyak membaca istighfar, memohon ampun atas dosa-dosa dan kesalahan yang telah kita buat, baik disengaja atau tidak. Itulah di antara hal yang dapat membuat Allah menganugerahkan hujan pada manusia. Allah berfirman:
اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا * يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
“Mohonlah ampun kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat” (QS. Nuh: 10-11).
Dengan istighfar yang sungguh-sungguh, dengan tobat yang nasuhah, insyaallah dosa kita akan diampuni dan pada akhirnya berbagai nikmat Allah, salah satunya adalah hujan kembali lagi kita dapat. 
اللَّهُمَّ اسْقِنَا وَأَغِثْنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَحَيًا رَبِيعًا وَحَنًا طَبَقًا غَدَقًا مُغْدِقًا عَامًّا هَنِيًّا مَرِيًّا مَرِيعًا مَرْتَعًا وَابِلًا شَامِلًا مُسْبِلًا مُجَلِّلًا دَائِمًا دَرَرًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ عَاجِلًا غَيْرَ رَايِثٍ، غَيْثًا اللَّهُمَّ تُحْيِي بِهِ الْبِلَادَ، وَتُغِيثُ بِهِ الْعِبَادَ، وَتَجْعَلُهُ بَلَاغًا لِلْحَاضِرِ مِنَّا وَالْبَادِ، اللَّهُمَّ أَنْزِلْ فِي أَرْضِنَا زِينَتَهَا، وَأَنْزِلْ عَلَيْنَا فِي أَرْضِنَا سَكَنَهَا، اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا تُحْيِي بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا وَاسْقِهِ مِمَّا خَلَقْتَ أَنْعَامًا وَأَنَاسِيَّ كَثِيرًا. اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا. اللَّهُمَّ عَلَى رُءُوسِ الظِّرَابِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَظُهُورِ الْآكَامِ. آمين يا رب العالمين
Khutbah II
اَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ الذي لاَ اله اِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَـيُّومُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ (٧x)
الحمد للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
---waktu membalik selendang surban dengan menghadap kiblat---
اللهُمَّ اجْعَلْهَا سُقْيَا رَحْمَةٍ، وَلاَ تَجْعَلْهَا سُقْيَا عَذَابٍ، وَلاَ مَحْقٍ، وَلاَ بَلاَءٍ، وَلاَ هَدْمٍ، وَلاَ غَرقٍ؛ اللهُمَّ عَلَى الظِّرَابِ وَالآكَامِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ، وبُطُونِ الأَوْدِيَةِ؛ اللهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا، اللهُمَّ اسْقِنا غَيْثًا مُغيثًا، مَرِيئًا مَرِيعًا، سَحَّا عَامًّا، غَدَقًا طَبَقًا، مُجَلِّلاً دَائِمًا إلَى يَوْمِ الدِّينِ؛ اللهُمَّ اسْقِنَا الغَيْثَ، وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ؛ اللهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَالبِلاَدِ مِنَ الْجُهْدِ وَالْجُوعِ وَالضَّنْكِ مَا لاَ نَشْكُو إِلاَّ إِلَيكَ؛ اللهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ، وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ، وَأَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ، وَاكْشِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلاَءِ مَا لاَ يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ؛ اللهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ، إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا، فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا. آمين يا رب العالمين
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Ustadz Abdul Wahab Ahmad, Wakil Katib PCNU Jember dan Peneliti Bidang Aqidah di Aswaja NU Center Jawa Timur.

Untuk menyelenggarakan shalat istisqa’ atau shalat untuk memohon hujan, perlu diketahui bahwa ada proses yang harus dilakukan sebelum shalat dan ada proses yang dilakukan di dalam shalat dan khutbah agar permohonan hujan lebih memungkinkan untuk dikabulkan Allah. Kedua proses tersebut sebagai berikut:
Proses Sebelum Shalat
• Imam mengajak masyarakat untuk bertobat, memperbanyak istighfar, bersedekah, menghentikan maksiat dan kezaliman, serta berdamai dengan Muslim lain yang dimusuhi.
• Dianjurkan juga agar imam beserta masyarakat berpuasa selama tiga hari sebelum melakukan shalat. 
• Di hari keempat setelah berpuasa, imam beserta masyarakat bersama ke luar menuju lapangan untuk shalat dengan menggunakan pakaian reguler yang dipakai bekerja setiap harinya, bukan pakaian bagus.
• Orang tua, anak kecil, serta orang-orang yang lemah secara fisik dibawa serta untuk ikut shalat.
• Bagi yang mempunyai ternak, dianjurkan membawa serta ternaknya ke lokasi shalat dan ditempatkan di tempat yang sekiranya tidak mengganggu jamaah.
Proses Shalat dan Khutbah
• Shalat dua rakaat dengan niat istisqa’. Lafal niatnya adalah:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا /إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
“Aku berniat shalat sunnah minta hujan dua rakaat sebagai makmum (atau imam), karena Allah SWT.”
• Tata cara shalat istisqa’ mirip seperti shalat id. Pada rakaat pertama, takbir tujuh kali sebelum membaca surat al-Fatihah. Pada rakaat kedua, takbir lima kali sebelum membaca surat al-Fatihah.
• Khutbah dua kali (tapi boleh juga sekali) setelah shalat. Khutbah ini boleh dilakukan sebelum shalat tetapi tidak utama, sebaiknya dilakukan setelah shalat seperti halnya shalat id. Rukun khutbah sama seperti rukun khutbah pada umumnya
• Mengawali khutbah pertama, khatib membaca istighfar sembilan kali. Mengawali khutbah kedua, khatib membaca istighfar tujuh kali. Bacaan istighfarnya adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
• Khatib memperbanyak bacaan doa dan istighfar dalam khutbah. Bacaan imbauan beristighfar yang sebaiknya diulang adalah:
اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
• Ketika khatib berdoa, makmum mengangkat tangan sambil mengucap amin.
• Pada perkiraan dua pertiga khutbah kedua, khatib disunnahkan menghadap kiblat lalu membalik posisi selendang surbannya dari bahu kanan ke bahu kiri dengan posisi terbalik, bagian bawah diletakkan di atas dan bagian dalam diletakkan di luar. Setelah itu kembali meneruskan khutbah.
***

PSB 2025/2026

Popular Posts