Jumat, 31 Juli 2020





Purwakarta – SMI 1-3 Al-Muhajirin mengadakan workshop untuk para guru yang bertemakan “RPP Online Berbasis Android” dengan pemateri Bapak KH. R. Marfu Muhyiddin Ilyas, MA. Workshop ini diikuti oleh seluruh guru SMI 1-3 Al-Muhajirin. Tak lupa dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Workshop ini diadakan pada hari Sabtu (18/7). Para guru sangat antusias mengikuti workshop yang berlangsung di ruang guru SMI 1-3 Al-Muhajirin.
“SMI 1-3 Al-Muhajirin merupakan kampus pusat keunggulan, guru-gurunya pun harus kreatif dan inovatif,” ungkap Kepala Sekolah SMI 1-3 Al-Muhajirin, Bapak H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I.
“Karena ingin melahirkan para guru yang kreatif dan inovatif, maka SMI 1-3 Al-Muhajirin banyak mengadakan workshop yang berkaitan dengan Pendidikan agar para guru pun terus menimba ilmu.” tambahnya.
Dalam kegiatan workshop ini, Bapak KH. R. Marfu Muhyiddin Ilyas, MA menjelaskan langkah-langkah membuat RPP online berbasis android. Aplikasi untuk membuat RPP ini dapat diunduh di playstore dengan nama RPP Online Al-Muhajirin atau bisa diakses melalui web dengan link https://RPP.almuhajirin.ac.id.
“RPP ini dibuat untuk mendorong dan memudahkan para guru dalam membuat RPP,” tutur Bapak KH. R. Marfu Muhyiddin Ilyas selaku pemateri.
“RPP ini dinamakan RPP 10 menit karena proses pembuatannya diwaktu hanya 10 menit, jika dalam 10 menit belum selesai maka RPP tersebut otomatis terkirim. Namun, untuk sementara ini para guru dapat menambahkan waktu jika RPP belum selesai.” imbuhnya.
Di akhir workshop ini, para guru diminta untuk mengaplikasikannya langsung dalam membuat RPP 10 menit ini, setelah RPP beres dibuat maka RPP pun otomatis terkirim ke kepala sekolah. RPP online ini memang sangat membantu dan memudahkan para guru dalam membuat RPP, dengan waktu 10 menit para guru dapat menghasilkan satu RPP atau yang biasa disebut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Pemateri pun berharap agar RPP online berbasis android khas Al-Muhajirin ini dapat mendunia. 

Kamis, 23 Juli 2020


Santri SMP dan MTs Al Muhajirin mulai masuk pondok. Sesuai dengan surat edaran pondok pesantren Al Muhajirin No 49/PPM/05/H/VII/2020 tentang jadwal dan prosedur kedatangan santri, siswa-siswi SMI 1-3 Al Muhajirin (penyebutan untuk SMP / MTs AL Muhajirin) mulai memadati areal parkir Rusunawa sejak hari Senin, 6 Juli 2020 kelas 9 Putri, Rabu 8 Juli kelas 9 putra, Rabu 15 Juli santri kelas 7 kamar 1 sampai 4, Kamis 16 Juli kelas 7 kamar 5 sampai 9, Sabtu 18 Juli kelas 7 Putri kamar 9 sampai 12 dan Minggu 19 Juli kelas  7 putri. Kedatangan santri SMP / MTs Al Muhajirin terakhir adalah kelas 8 yang kedatangannya dijadwalkan pada hari Minggu 26 Juli 2020
Prosedur ketat diberlakukan bagi kedatangan santri SMI 1-3 Al Muhajirin, protokol kesehatan diterapkan bagi semua santri, wali santri ataupun pengunjung lainnya. Di gerbang utama dilakukan penyemprotan kendaraan bermotor, di Pos 2 penurunan dan penyemprotan barang-barang yang dibawa oleh santri dan cuci tangan di tempat yang sudah disediakan. Wali santri berkesempatan mengantarkan putra-putrinya hanya sampai dengan pos 2. Menuju Pos 3 santri diantar oleh petugas, kemudian masuk bilik disinfektan dilanjutkan dengan pengukuran suhu, pengumpulan surat keterangan sehat dan administrasi lainnya. Santri yang tidak membawa surat sehat dipersilahkan untuk membuatnya di puskesmas terdekat dengan pondok. Setiap pos pengecekan dilalui santri dan orang tua santri dengan tertib.
Salah satu wali santri  Epul Saepul, M.Pd, ayahanda dari Syfa Nurarifah ketika di wawancarai tentang kesan dan harapannya memasukan putrinya ke Pondok Pesantren Al Muhajirin dengan gamblang ia menjawab “Kami selaku orang tua wali yang saat ini menitipkan anak kami di pondok pesantren Al Muhajirin, kami bangga anak kami coba belajar mandiri beradaptasi dengan lingkungan yang baru tidak berada dilingkungan keluarga, memasukan anak kami ke pondok merupakan salah satu jalan terbaik agar anak kami menjadi lebih baik. Harapannya anak kami memiliki akhlakul karimah, bermanfaat buat keluarga bangsa dan Negara, Kami berharap pondok pesantren menjadi salah satu wahana untuk anak kami lebih baik, karena tantangannya berbeda, bagaimana setiap anak bergaul dengan tantangan lebih besar, butuh suasana dengan nuansa religi untuk lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta”, demikian ungkap Epul Saepul, M.Pd

PSB 2020 - 2021

Popular Posts