23 Juli 2020


Santri SMP dan MTs Al Muhajirin mulai masuk pondok. Sesuai dengan surat edaran pondok pesantren Al Muhajirin No 49/PPM/05/H/VII/2020 tentang jadwal dan prosedur kedatangan santri, siswa-siswi SMI 1-3 Al Muhajirin (penyebutan untuk SMP / MTs AL Muhajirin) mulai memadati areal parkir Rusunawa sejak hari Senin, 6 Juli 2020 kelas 9 Putri, Rabu 8 Juli kelas 9 putra, Rabu 15 Juli santri kelas 7 kamar 1 sampai 4, Kamis 16 Juli kelas 7 kamar 5 sampai 9, Sabtu 18 Juli kelas 7 Putri kamar 9 sampai 12 dan Minggu 19 Juli kelas  7 putri. Kedatangan santri SMP / MTs Al Muhajirin terakhir adalah kelas 8 yang kedatangannya dijadwalkan pada hari Minggu 26 Juli 2020
Prosedur ketat diberlakukan bagi kedatangan santri SMI 1-3 Al Muhajirin, protokol kesehatan diterapkan bagi semua santri, wali santri ataupun pengunjung lainnya. Di gerbang utama dilakukan penyemprotan kendaraan bermotor, di Pos 2 penurunan dan penyemprotan barang-barang yang dibawa oleh santri dan cuci tangan di tempat yang sudah disediakan. Wali santri berkesempatan mengantarkan putra-putrinya hanya sampai dengan pos 2. Menuju Pos 3 santri diantar oleh petugas, kemudian masuk bilik disinfektan dilanjutkan dengan pengukuran suhu, pengumpulan surat keterangan sehat dan administrasi lainnya. Santri yang tidak membawa surat sehat dipersilahkan untuk membuatnya di puskesmas terdekat dengan pondok. Setiap pos pengecekan dilalui santri dan orang tua santri dengan tertib.
Salah satu wali santri  Epul Saepul, M.Pd, ayahanda dari Syfa Nurarifah ketika di wawancarai tentang kesan dan harapannya memasukan putrinya ke Pondok Pesantren Al Muhajirin dengan gamblang ia menjawab “Kami selaku orang tua wali yang saat ini menitipkan anak kami di pondok pesantren Al Muhajirin, kami bangga anak kami coba belajar mandiri beradaptasi dengan lingkungan yang baru tidak berada dilingkungan keluarga, memasukan anak kami ke pondok merupakan salah satu jalan terbaik agar anak kami menjadi lebih baik. Harapannya anak kami memiliki akhlakul karimah, bermanfaat buat keluarga bangsa dan Negara, Kami berharap pondok pesantren menjadi salah satu wahana untuk anak kami lebih baik, karena tantangannya berbeda, bagaimana setiap anak bergaul dengan tantangan lebih besar, butuh suasana dengan nuansa religi untuk lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta”, demikian ungkap Epul Saepul, M.Pd

PSB 2024/2025

Popular Posts