Al-Muhajirin Kampus 5 – Jum'at-Sabtu (26-27/6), Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Asrama Putra dan Putri selama dua hari di Al-Muhajirin Kampus 5. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyamakan visi, memperkuat komitmen, serta menyusun program kerja yang mampu meningkatkan kualitas pengasuhan santri secara menyeluruh.
Raker diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian arahan dari Pimpinan Pondok Pesantren Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A., Ketua Yayasan Dr. Hj. Ifa Faizah Rohman, M.Pd., serta Pengasuh KH. R. Marpu Muhidin Ilyas, M.A.
Dalam arahannya, Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A. menegaskan pentingnya terus meningkatkan mutu Pondok Pesantren Al-Muhajirin melalui penguatan empat pilar utama, yaitu tahsin dan tahfiz Al-Qur'an, kualitas ibadah terutama shalat, pembentukan akhlak mulia, serta penguasaan kitab kuning. Keempat aspek tersebut menjadi ruh pendidikan pesantren dalam mencetak generasi muslim yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah.
Sementara itu, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohman, M.Pd. menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan prima kepada setiap santri. Menurut beliau, seluruh pengasuh harus memberikan pelayanan yang tulus, responsif, penuh kepedulian, dan mengedepankan keteladanan. Melalui pelayanan yang berkualitas, diharapkan target pembinaan santri pada tahun ini dapat tercapai, yaitu melahirkan santri yang mandiri, disiplin, berakhlak baik, santun, dan peduli terhadap sesama maupun lingkungannya.
Berbagai arahan dari pimpinan kemudian dirumuskan oleh KH. R. Marpu Muhidin Ilyas, M.A. menjadi lima fokus utama Rapat Kerja, yaitu:
1. Penguatan pelayanan prima dalam pengasuhan santri, dengan menjadikan setiap kamar sebagai rumah kedua yang nyaman dan penuh kasih sayang, serta wali kamar sebagai orang tua kedua yang membimbing, melayani, dan menjadi teladan.
2. Penguatan dan perluasan ilmu fardhu 'ain melalui kajian umum ba'da Magrib yang mencakup pembelajaran Ahwalul Qulub, fikih ibadah, dan Al-Qur'an.
3. Optimalisasi program mudzakarah, agar santri tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkan (tathbiq) ilmu-ilmu yang dipelajari di sekolah dalam kehidupan sehari-hari.
4. Penguatan pembiasaan ibadah, dzikir, dan adab, sehingga nilai-nilai kepesantrenan menjadi budaya yang tertanam kuat dalam diri setiap santri.
5. Upgrading wali kamar, melalui peningkatan kompetensi kepemimpinan, komunikasi, pembinaan, dan keterampilan pengasuhan agar mampu memberikan pelayanan yang semakin profesional.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta secara aktif berdiskusi dan menyusun berbagai program kerja yang aplikatif serta terukur. Sebagai bentuk komitmen terhadap budaya kerja yang tuntas dan akuntabel, seluruh hasil Rapat Kerja wajib diserahkan kepada Direktorat Kampus Pusat sebagai dasar pelaksanaan program selama satu tahun ke depan.
Melalui Rapat Kerja ini, Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pengasuhan dengan menjadikan pelayanan prima sebagai budaya kerja. Dengan demikian, setiap kamar benar-benar menjadi rumah kedua bagi santri, setiap wali kamar menjadi orang tua kedua, dan setiap program pengasuhan bermuara pada lahirnya santri yang mandiri, disiplin, berakhlak baik, santun, peduli, dekat dengan Al-Qur'an, istiqamah dalam ibadah, serta memiliki penguasaan ilmu agama yang kuat.
Komitmen inilah yang terus dihadirkan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Pusat melalui jenjang SMP–MTs. Bagi para orang tua yang menginginkan putra-putrinya tumbuh menjadi generasi Qurani, berakhlak mulia, mandiri, disiplin, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan zaman, mari bergabung bersama SMP–MTs Al-Muhajirin Pusat. Bersama Al-Muhajirin, kita wujudkan generasi unggul yang sukses di dunia dan mulia di akhirat.
(AMS)






























