07 Maret 2023


Purwakarta - Sabtu (11/02), sebanyak 274 santri SMP-MTs Al-Muhajirin Kampus Pusat mengikuti wisuda tahsin se-Yayasan Al-Muhajirin dalam rangka memperingati Milad dan Haul Pondok Pesantren Al-Muhajirin ke-30. Acara wisuda tahsin ini dilaksanakan di Al-Muhajirin Kampus 2. Dihadiri langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Prof (HC). Dr. KH. Abun Bunyamin, MA., Ketua Yayasan Al-Muhajirin Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., Kepala Sekolah SMP-MTs Al-Muhajirin Kampus Pusat H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I., kepala unit yang berada di lingkungan Yayasan Al-Muhajirin, guru-guru, dan orang tua santri.

Wisuda tahsin ini adalah kegiatan rutin tahunan dalam rangka Milad dan Haul Pondok Pesantren Al-Muhajirin. Wisuda tahsin tahun ini adalah Wisuda Tahsin Angkatan VIII.

“Sebelum mengikuti wisuda hari ini, terlebih dahulu para santri mengikuti ujian pramunaqosyah dan munaqosyah tahsin,” ujar Ust. Dadan Ramdani, S.Ud. selaku Ketua Munaqosyah dan Wisuda Tahsin.

“dan yang lulus munaqosyah bisa mengikuti wisuda hari ini.” tambah Ust. Dadan.

“Wisuda tahsin bukan tujuan akhir, tetapi hanya sebagai pemacu motivasi diri untuk terus mempelajari dan mendalami Al Qur'an, karena santri harus punya skill yang baik dan mumpuni ketika nanti terjun ke masyarakat, ya salah satunya mahir membaca Al Qur'an dengan standar metode ummi.” tambahnya lagi.

“Wisuda tahsin adalah kegiatan rutin tahunan dalam rangka Milad dan Haul Pondok Pesantren Al-Muhajirin. Kegiatan ini bertujuan agar para santri lebih semangat dalam mempelajari tata cara membaca Al-Qur’an dengan menggunakan metode ummi dengan benar.” ujar H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I. selaku Kepala Sekolah SMP-MTs Al-Muhajirin Kampus Pusat.

“Bapak ucapkan selamat dan sukses kepada anak-anakku yang hari ini wisuda tahsin. Semoga ilmu yang didapat berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan seluruh orang yang berada di sekeliling kalian. Aamiin..” tambah H. Amit.

“Terus berjuang, jangan pernah merasa puas dan jangan berhenti belajar walaupun kalian sudah diwisuda hari ini. Itu point pentingnya.” tambah H. Amit.


(AMS)

24 Februari 2023

 


Purwakarta – Sabtu (18/02) SMP-MTs Al-Muhajirin Kampus Pusat mengadakan kegiatan Festival Syiar-Syair dalam rangka Milad dan Haul Pondok Pesantren Al-Muhajirin yang ke-30. Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Prof (HC). DrKH. Abun Bunyamin, MA.Ketua Yayasan Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd.I, Kepala Sekolah SMP-MTs Al-Muhajirin H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I, guru-guru dan seluruh siswa-siswi SMP-MTs Al-Muhajirin. Kegiatan ini diadakan di lapangan Al-Mukhtar.

Syiar-syair adalah salah satu program tahunan SMP-MTs Al-Muhajirin dalam rangka silaturahmi dan juga ajang promosi. Lomba tahun ini adalah yang ke-3 sejak pertama kali diadakan dan pertama kali diadakan secara offline karena tahun pertama dan kedua diadakan secara online. Lomba ini diikuti oleh 180 peserta yang berasal dari Subang, Karawang, Bekasi, Purwakarta, Cikampek dan Bandung Barat.

Tujuan dari kegiatan ini yaitu “sebagai ajang pengembangan bakat da’i-da’i cilik dan juga untuk mensyiarkan seni musik islami baik hadroh, marawis ataupun qosidah yang diharapkan bisa melahirkan da’i cilik yang hebat, seniman cilik islami yang berbakat yang dikemudian hari bisa menjadi agen-agen perubahan untuk kebaikan lewat syiarnya maupun syairnya”. Ujar Dodi Hermawan S.S sebagai ketua lomba.

“SMP-MTs Al-Muhajirin saat ini berjumlah 720 orang dan semua siswa-siswi wajib mondok. Dan kegiatan belajarnya mengikuti kurikulum nasional dan kurikulum pesantren. Ada 3 program unggulan, yang pertama kelas takhosus tahfidz, dimana siswa-siswi dibimbing membaca dan menghafal Al-Qur’an secara intensif sehingga hafal 10 sampai 15 Juz selama 3 tahun, yang ke 2 kelas takhosus kitab dimana siswa/i belajar intensif kitab sehingga akan menguasai beberapa kitab yang disiapkan, yang ke 3 kelas bilingual atau kelas Bahasa”. Ujar H. Amit Saeful Malik, M.Pd.I.

“Tujuan pendidikan di Al-Muhajirin yaitu untuk membentuk santri-santri ahli sunah waljamaah. Tidak akan terjadi kekhawatiran dari orang tua dan masyarakat adanya perbedaan antara orang tua dan anak-anak dalam beribadah”. Ujar Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd.I.

“Program syiar-syair ini merupakan cerminan tentang bagaimana SMP-MTs Al-Muhajirin ini melaksanakan program pembelajarannya. Diharapkan setelah ini dakwah semakin dinamis. Santri juga pada akhirnya selain bisa menjadi pendakwah juga bisa menjadi seorang entrepreneur dan mempunyai keseimbangan dalam berfikir dan berbuat sebagai ahli sunah waljamaah.” Ujar Hj. Ifa dalam sambutannya.

“pendidikan ala pesantren benar-benar diakui oleh masyarakan karena bukan hanya teori tetapi juga praktek yang dikembangkan. Pendidikan akhlak sangat diprioritaskan. Nabi Muhammad SAW diutus ke bumi ini untuk memperbaiki akhlak. Sebanyak apapun ilmu tidak akan ada yang tahu karena tersembunyi tetapi akhlak sangat nampak kebenarannya. Apalagi akhlak sebagai pemimpin sangat besar pengaruhnya oleh karena itu kita harus sering mendo’akan para pemimpin”. Ujar Syaikhuna Prof (HC). Dr. KH. Abun Bunyamin, MA dalam tausiyahnya.

 

RW

 



Purwakarta – Selasa (07/02), santri SMP-MTs Al-Muhajirin Kampus Pusat sangat antusias mengikuti kegiatan Gerakan Cinta Masjid (GCM). Gerakan Cinta Masjid (GCM) adalah kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan dalam rangkaian acara menyambut Milad dan Haul Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta yang ke-30. Tujuan kegiatan ini adalah agar santri lebih mencintai masjid dan tetap menjaga masjid. Masjid yang dikunjungi oleh santri SMP-MTs Al-Muhajirin dalam Gerakan Cinta Masjid (GCM) ini yaitu masjid-masjid yang berada di daerah Karawang, Subang, dan Bekasi.

 

“Mudah-mudahan cita-cita kita tercapai semuanya, aamiin..” ujar Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd. selaku Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta.

 

“Al-Muhajirin… Mengakar ke bumi, menjulang ke langit,” tambah Dr. Hj. Ifa.

 

“Al-Muhajirin 2023… Amanah, profesional, bermartabat.” tambahnya lagi.

 

“Gerakan Cinta Masjid (GCM) adalah program tahunan yang ada di Yayasan Al-Muhajirin dalam rangka Milad dan Haul Pondok Pesantren Al-Muhajirin,” ujar H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I. selaku Kepala Sekolah SMP-MTs Al-Muhajirin.

 

“Hari ini dalam rangka Milad dan Haul Pondok Pesantren Al-Muhajirin ke-30, Gerakan Cinta Masjid (GCM) dilaksanakan dalam rangka mengenalkan juga menanamkan kepada para santri yang ada di Al-Muhajirin agar mencintai dan memakmurkan masjid. Bahkan, dikenalkan sejak dini dari mulai RA, TK, sampai Perguruan Tinggi,” tambah H. Amit.

 

“Gerakan Cinta Masjid (GCM) ini diikuti oleh seluruh santri yang ada di Al-Muhajirin dengan jumlah santri kurang lebih 6.400 orang.” tambahnya.

 

“Dalam Gerakan Cinta Masjid (GCM) ini ada beberapa kegiatan, di antaranya sholat, kajian, pengajian, dan bersih-bersih masjid, sehingga tumbuh rasa cinta dalam diri santri untuk memakmurkan masjid karena hanya orang berimanlah yang akan terus memakmurkan masjid.” tambah H. Amit.



(AMS)

 

 

15 Februari 2023


Jakarta – Rabu-Kamis (18-19/01), sebanyak 691 orang santri SMP/MTs Al-Muhajirin melaksanakan Ziarah dan Rihlah. Tujuan ziarah yaitu ke Makam Keramat Mbah Priuk, Jalan Jampea, Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Lalu, dilanjutkan ke Dufan untuk rihlah. Dengan didampingi oleh kepala sekolah, wakasek, staff TU, guru, dan pegawai, santri-santri merasa antusias mengikuti rangkaian kegiatan ziarah dan rihlah ini.

“Tujuan ziarah yaitu untuk mengingatkan diri kita betapa pentingnya menjadi orang baik, sholeh, ahli ibadah, berakhlakul karimah, mau berkorban hati, badan, harta dan segala pengorbanan walaupun mereka sudah tiada masih tetap dikenang.” ujar Prof (HC). Dr. KH. Abun Bunyamin, MA. selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin dalam tausiyah pelepasan peserta ziarah dan rihlah.

“Ketika ziarah yang kita bayangkan adalah keteladanan mereka yang harus dicermati dan diteladani walaupun kita tidak seperti mereka minimal kita mendekati mereka. Kemudian dengan ziarah itu ada istilah barokah artinya kebaikan. Tidak ada keberkahan tanpa ibadah yang benar dan tanpa ada barokah yang tanpa amaliah sholih dan sholihah.” tambahnya.

 “Pesan dari bapak yaitu tetap jaga kekompakan untuk tidak berpisah, harus taat kepada ketua kelompok, hindari hal-hal yang akan menimbulkan bahaya.” tambahnya lagi.

 “Tujuan dari ziarah ini adalah untuk tabarrukan (mengharapkan keberkahan), ikroman (memuliakan), ta'dhiman (mengagungkan), dan khidmatan (mengabdi).” ujar H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I. selaku Kepala Sekolah SMP/MTs Al-Muhajirin Kampus Pusat.

 “Selain itu, ziarah ini bertujuan untuk mengingatkan para santri bahwa dunia ini bukan akhir dari segalanya, akhiratlah yang menjadi akhir. Selagi masih diberi nikmat hidup sehat, para santri harus memanfaatkannya untuk terus bertholabul ‘ilmi.” tambah H. Amit.

 “Setelah ziarah ke Makam Mbah Priuk, para santri diajak rihlah dengan tujuan agar dapat melepas penat dan bersenang-senang.” ujar Heni Nuraeni, S.Pd.I. selaku Wakasek bidang Kesiswaan.

 “Kegiatan ziarah dan rihlah tetap diawasi oleh kepala sekolah, wakasek, staff TU, guru, wali kamar, dan pegawai.” tambahnya.

 

(AMS) 

  


Purwakarta - Kamis (19/01), MTs Al-Muhajirin Kampus Pusat mengadakan kegiatan tahfidz camp yang bertempat di kampus 5 Al-Muhajirin yang berada di WanayasaKegiatan ini dihadiri oleh kepala MTs Al-Muhajirin H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I., pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus Pusat Dr. Hj. Zahra Haiza AzminaM.Ag., guru tahfidz dan santri kelas takhosus tahfidz.

 

Takhosus tahfidz adalah salah satu program unggulan di MTs Al-Muhajirin PurwakartaUntuk itu kegiatan tahfidz camp bertujuan untuk meningkatkan kualitas siswa-siswi dan pencapaian target hapalan. Sebanyak 36 santri MTs Al-Muhajirin Kampus Pusat Purwakarta mengikuti kegiatan tahfidz camp di kampus 5 Al-MuhajirinKegiatan ini berlangsung selama 21 haridengan diadakannya kegiatan ini dapat menambah keberkahan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

 

Semoga dengan suasana yang barutempat yang baru bisamenimbulkan semangat yang berkobar dalam menghafal Al-Qur’an. Dan dapat menghafal Al-Qur’an di mana punkapan pun dan dengan siapapunSetiap hari menghafal dan setiap hari lebih mencintai Al-Qur’an. Karantina tahfidz Al-Qur’an cinta Allah, cinta Rasulullahcinta Al-Qur’an Allahuakbar”. Ujar Siti JubaedahS.Pd sebagai guru tahfidz.

 

Anak-anak yang memilih kelas tahfidz maka memutuskan menjadi anak-anak yang mempunyai unggulan dan menjadi anak-anak yang berpotensi dan nanti ke depannya menjadi pilihan di mata Allah SWT.” Ujar H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I selaku kepala MTs Al-Muhajirin Kampus Pusat.

 

“Visi MTs Al-Muhajirin Kampus Pusat yaitu terwujudnya peserta didik yang berprestasiberakhlak mulia, unggul dalam penguasaan kitab kuningdan hafalan Al-Qur’an.” Tambah H. Amit dalam sambutannya.

 

Maka dengan diadakannya kegiatan tahfidz camp Al-Qur’an ini peserta didik bisa mencapai target hafalannya dan menjadikan peserta didik yang cinta Al-Qur’an.

 

RW

PSB 2020 - 2021

Popular Posts