Kamis, 27 Agustus 2020

Kemerdekaan menurut ku

Karya: Dea Haifa s


Pada suatu hari,Di pondok pesantren Al-mukarromah.ada seorang anak baru,anak itu baru saja pindah dari SMPN negri kaler,yang dahulunya dia tinggal di kota padi.namun sikap nya terasa aneh..?anak gadis itu tidak banyak berbicara pada siapapun.Akhirnya ada seorang anak yang berani bertanya pada gadis itu.”hey..nama kamu siapa?”ucap anak gadis berkerudung putih yang bernama silvi.Namun si gadis yang ditanya oleh silvi tidak menggerakan bibirnya sekalipun untuk berbicara.

“oh..mungkin kamu masih malu ya?kenalkan namaku silvia Amanda,panggil aja aku silvi”.ucap silvi lagi dengan nada menghibur.Anak baru itu mengambil sebuah kertas dan bolpen miliknya,kemudian menuliskan namanya di atas kertas itu kemudian ia berikan ke pada seorang gadis yang bernama silvi,Kemudian silvi menerimanya lalu ia membacanya.

FARASHA

farasha?aku harus panggil kamu apa?”.tanya silvI “Acha”.singkat si gadis cantik bernama panjang farasha,tanpa basa-basi acha pun pergi meninggalkan silvi yang memang belum selesai untuk melanjutkan beberapa pertanyaannya pada teman baru nya itu.

Beberapa hari kemudian saat .pagi ini Acha –lah yang berangkat lebih awal ke area sekolahnya,gadis berkulit putih bermata bulat dan berhidung mancung dengan perawakan idealis itu mencantol tas berwarna merah nya di pundak sebelah kanan.matanya takhenti-hentinya menatap setiap sudut dinding sekolah ,”bagus.”gumam Acha pelan setelah melihat pemandangan didepan matanya yang terdapat lukisan-lukisan indah diatas kanvas yg ditempel di setiap sudut dinding tersebut.Acha memasuki kelas 2-c itu adalah kelas barunya Acha menghela nafas panjangnya setelah menyadari keadaan kelas nya yang sekarang tidak seperti kelas dulunya.Acha duduk di kursi barisan paling depan.Acha membuka risleting tas merahnya lalu membuka sebuah novel islami.tidak lama kemudian datanglah 3 orang anak kelas dari ambang pintu,”oh..jadi ini anak baru yang katanya jadi gossip di angkatan?!”.

“berani banget ya duduk di paling depan,kaya nggak tahu aja guru pelajaran pertama kita kaya gimana?haha.”lanjut si gadis yang sedang menggendong tas berwarna abu nya namanya’Ratu’.anak itu memang terkenal dengan kenakalannya juga kedua temannya pun sama halnya seperti Ratu namanya ‘Resta dan Resti’dua siswi kembar di kelas 2-c.

Namun Acha tetap diam tidak menanggapi walaupun kedua telinganya tetap mendengar ucapan frontal gadis yang tak ia kenal.

“ Wah… wah..wah.. dia gak kenal siapa kita,kenalin  nama gua Mauren Aratu panggil aja RATU”.ujar gadis itu sambil menekankan kalimat di paling akhir. “dan gua resta Nabila panggi aja gua resta, dan dia adik gua resti ayunabila panggil ajah resti.

Tiba – tiba terdengar bel sekolah,dan mereka pun duduk dengan rapih.

“Hai acha..” sapaan silvi kepada acha. Tapi acha tidak menjawab apapun.silvi pun duduk di samping acha.karena memang dulu silvi duduk disana, namun dulu hanya sendiri,dan sekarang silvi duduk bersama acha tanpa di duga –duga.

“ Assalamualaikum, anak –anak”ucap seorang wanita yang lebih tua dari mereka dengan perpakaian muslimah berbadan gemuk dan menggunakan kacamata.kemudian duduk di kursi guru.semua siswi pun menjawab salam dari ibu guru tersebut.

“baca doa nya bersama sama!”ucap bu guru tersebut. Namun ratu dan teman nya itu malah bercanda. Sehingga membuat ibu kartika marah, dan melotot kearah mereka.

“RATU! RESTA! RESTI! Cepat ke depan ,angkat  sebelah kaki  kalian ! dan pegang ke dua telinga kalian !.” Ucap bu kartika dengan nada tinggi.

 Mereka merasa malu dan kesal kepada bu kartika.dan ketika mereka di depan ,acha mentertawai cicak yang berusaha mendapat kan lalat.namun di sangka ratu Acha mentertawai nya.

Sepulang sekolah Ratu dan teman nya menarik acha ke gudang sekolah.”lu ngapain ngetawain gua? Lu seneng liat gua di hukum? Jujur ajah deh..lu gak suka kan sama kita.” Tanya ratu sambil menarik kerah baju. Acha hanya terdiam. Karena mereka emosi , mereka pun main fisik, resta menampar bibir acha,dan resti mencubit tangan nya  acha dengan keras. “ sekarang lu masih gak mau jawab juga ?” Tanya ratu. Untung saja ada silvi .sehingga mereka pun pergi.” Awas lo, sampai ngadu ke guru.”

Acha pun menangis…dan batuk mengeluarkan darah.” Acha kamu harus ke UKS dan mencerita kan ini semua ke bu guru.”ucap silvi.” Tidak usah silvi aku baik-baik saja. Akhirnya silvi merenungkan niat nya itu karna ucapan acha. Silvi hanya membawa acha ke kamar dan mengobati nya.

“Acha aku tau kamu anak yang baik, kamu juga anak yang pintar,pasti ada alasan nya kamu seperti ini.bila kau ingin cerita sesuatu,cerita saja pada ku , aku siap mendengarkan.”ucap silvi dengan setulus hati.

“kamu baik sekali silvi , maapkan aku selama ini yang cuek  kepada mu.” Ucap acha di dalam hati nya.

Ke esokan hari nya saat di kelas dalam keadaan sepi,ratu dan teman nya, bertanya kepada acha.

“ acha!” seruan ratu. Acha begitu takut , acha hanya terdiam.      “ acha gua mau liat tugas matematika yang kemarin dong.”Tanya ratu. “terkejut nya aku, aku kira apaan.” Gumam acha. Tapi acha tidak mau memberi contekan itu,tapi acha juga sulit apabila harus menjelas kan.

Karena ratu merasa di cuekin dia tidak menerima itu. Ratu pun emosi sehingga mengambil air dan membasuh wajah acha dengan air itu.” Lu punya telinga gak sih?” ucap ratu dengan emosi.acha merasa kesal tapi aku tidak berani untuk berbicara.acha pun berdoa dalam hati nya “ ya Allah..beri kan lah aku keberanian untuk berbicara yang sebenar nya.”…Dan Allah pun mengijabah doa nya acha.

Tiba – tiba acha berdiri dan berkata “ hentikan semua ini!kita ini bukan berada di zaman pnjajahan,dan bukan berada di zaman penganiyayaan,tapi kenapa kalian menganiyaya aku? ..kalian tidak tau ,aku itu sulit untuk berrbicara di depan umum,dan kalian tidak mengerti itu, kalian hanya meng injak injak aku tanpa bertanya,dan sungguh aku tak menyangka ada kekerasan di atas kemerdekaan.” Ucap acha dengan nada tinggi. Dan silvi yang melihat itu senang ,akhir nya acha bisa berbicara di depan umum . sejak saat itu acha di sayangi teman teman nya , acha juga selalu mengganti guru di kelas apabila guru itu tidak masuk ke kelas, memang acha anak yang pandai.

 Dan sepuluh tahun yang datang acha menjadi pengacara yang sukses membela kebenaran .

JADI MENURUT KU ,KEMERDEKAAN ITU ZERO BULLY.

                                       TAMAT

  

Senin, 03 Agustus 2020




Purwakarta – Yayasan Al-Muhajirin mengadakan pelatihan guru bimbingan konseling yang bertemakan “Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan Konseling dalam Melaksanakan Layanan Konseling di Satuan Pendidikan di Era Pandemi”. Pelatihan ini dilaksanakan pada Kamis (23/7) di Kampus 3, Jalan Raya Sukatani, Citapen, Sukajaya, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta. Pelatihan ini diikuti oleh 70 orang guru dari berbagai unit, diantaranya Day Care Al-Muhajirin, SD Plus 1 Al-Muhajirin, SD Plus 2 Al-Muhajirin, SMI 1-3 Al-Muhajirin, SMI 4-6 Al-Muhajirin, SMP Fullday Al-Muhajirin, SMA Fullday Al-Muhajirin, dan MI Al-Muhajirin. Pelatihan ini pun dihadiri langsung oleh KH. Abun Bunyamin, MA selaku pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, H. Cece Nurhikmah, M.Ag. selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muhajirin, serta Dr. Asep Zuhara Argawinata selaku pemateri dalam pelatihan ini.

Pelatihan ini tidak hanya diikuti oleh guru bimbingan konseling, namun guru mata pelajaran dan guru kelas pun turut hadir mengikuti pelatihan yang diadakan di kampus 3 ini. Pelatihan ini bertujuan untuk melahirkan guru yang lebih peduli terhadap siswa, serta mengetahui bagaimana cara menghadapi masalah atau kesulitan siswa selama ini. Bahkan dalam pelatihan ini diadakan sharing moment.
“Pelatihan ini bertujuan agar para guru dapat mengetahui minat dan bakat siswa, serta mengetahui bagaimana cara menghadapi kesulitan siswa selama ini,” ujar H. Cece Nurhikmah, M.Ag.
“Kami pun sedang merencanakan pembuatan aplikasi berbasis digital khusus bimbingan dan konseling,” tambahnya.

Dr. Asep Zuhara Argawinata selaku pemateri menyampaikan komponen-komponen kompetensi guru dan menyampaikan bagaimana cara menghadapi permasalahan siswa di sekolah dalam sesi sharing moment.
“Ada empat komponen kompetensi yang harus dimiliki seorang guru, di antaranya kompetensi profesional (pemahaman materi pembelajaran), kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian,” ujar Dr. Asep Zuhara Argawinata.
“Hal utama dalam menghadapi permasalahan siswa yaitu telusuri. Penelusuran yang dimaksud bisa dengan berdialog dengan siswa dan pemanggilan orang tua untuk menelusuri lebih lanjut,” tambahnya menjelaskan.
“Kita sebagai guru harus berusaha memposisikan diri sebagai sahabat siswa agar mereka terbuka pada kita,” ujarnya lagi.

Di akhir pelatihan, diadakan sesi sharingmoment. Para guru melaporkan masalah yang banyak ditemukan di sekolah, lalu berdiskusi mencari solusi.Para guru sangat aktif dalam sesi ini. Banyak masalah yang ditemukan guru di kelas, di antaranya siswa tidur di kelas, siswa mengambil barang temannya, dan bullying antara kakak kelas dan adik kelas. Semua permasalahan tersebut dibahas dan dicari solusinya. Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk guru bimbingan konseling, guru mata pelajaran, dan guru kelas.

(AMS)


PSB 2020 - 2021

Popular Posts