Senin, 03 Agustus 2020




Purwakarta – Yayasan Al-Muhajirin mengadakan pelatihan guru bimbingan konseling yang bertemakan “Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan Konseling dalam Melaksanakan Layanan Konseling di Satuan Pendidikan di Era Pandemi”. Pelatihan ini dilaksanakan pada Kamis (23/7) di Kampus 3, Jalan Raya Sukatani, Citapen, Sukajaya, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta. Pelatihan ini diikuti oleh 70 orang guru dari berbagai unit, diantaranya Day Care Al-Muhajirin, SD Plus 1 Al-Muhajirin, SD Plus 2 Al-Muhajirin, SMI 1-3 Al-Muhajirin, SMI 4-6 Al-Muhajirin, SMP Fullday Al-Muhajirin, SMA Fullday Al-Muhajirin, dan MI Al-Muhajirin. Pelatihan ini pun dihadiri langsung oleh KH. Abun Bunyamin, MA selaku pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, H. Cece Nurhikmah, M.Ag. selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muhajirin, serta Dr. Asep Zuhara Argawinata selaku pemateri dalam pelatihan ini.

Pelatihan ini tidak hanya diikuti oleh guru bimbingan konseling, namun guru mata pelajaran dan guru kelas pun turut hadir mengikuti pelatihan yang diadakan di kampus 3 ini. Pelatihan ini bertujuan untuk melahirkan guru yang lebih peduli terhadap siswa, serta mengetahui bagaimana cara menghadapi masalah atau kesulitan siswa selama ini. Bahkan dalam pelatihan ini diadakan sharing moment.
“Pelatihan ini bertujuan agar para guru dapat mengetahui minat dan bakat siswa, serta mengetahui bagaimana cara menghadapi kesulitan siswa selama ini,” ujar H. Cece Nurhikmah, M.Ag.
“Kami pun sedang merencanakan pembuatan aplikasi berbasis digital khusus bimbingan dan konseling,” tambahnya.

Dr. Asep Zuhara Argawinata selaku pemateri menyampaikan komponen-komponen kompetensi guru dan menyampaikan bagaimana cara menghadapi permasalahan siswa di sekolah dalam sesi sharing moment.
“Ada empat komponen kompetensi yang harus dimiliki seorang guru, di antaranya kompetensi profesional (pemahaman materi pembelajaran), kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian,” ujar Dr. Asep Zuhara Argawinata.
“Hal utama dalam menghadapi permasalahan siswa yaitu telusuri. Penelusuran yang dimaksud bisa dengan berdialog dengan siswa dan pemanggilan orang tua untuk menelusuri lebih lanjut,” tambahnya menjelaskan.
“Kita sebagai guru harus berusaha memposisikan diri sebagai sahabat siswa agar mereka terbuka pada kita,” ujarnya lagi.

Di akhir pelatihan, diadakan sesi sharingmoment. Para guru melaporkan masalah yang banyak ditemukan di sekolah, lalu berdiskusi mencari solusi.Para guru sangat aktif dalam sesi ini. Banyak masalah yang ditemukan guru di kelas, di antaranya siswa tidur di kelas, siswa mengambil barang temannya, dan bullying antara kakak kelas dan adik kelas. Semua permasalahan tersebut dibahas dan dicari solusinya. Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk guru bimbingan konseling, guru mata pelajaran, dan guru kelas.

(AMS)


0 komentar:

Posting Komentar

PSB 2020 - 2021

Popular Posts