Senin, 07 Februari 2022

 


Purwakarta (7/2) Walaupun hujan  tak menghentikan Kepala sekolah, Guru dan staf SMI 1-3 Al-Muhjairin mengikuti Dauroh Tasawuf dalam rangka Milad dan Haul Al-Muhajirin ke-29 dan Isra Mi'raj Nabi Muhammad 1443 H. Bertempat di Aula Al-Madinah Al-Muhajirin Kampus 2 Purwakarta. Dauroh ini bertemakan "Internalisasi Nilai Spiritualitas Isra Mi'raj Dalam Kehidupan Diri dan Bermasyarakat"


Selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A.

Memberikan tausiyah diawal acara. "Manfaatkan 5 hal sebelum yang 5, yaitu:  hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, santai sebelum sibuk, cukup sebelum fakir, masa muda sebelum tua, yang paling penting adalah bagaimana mengisinya dengan belajar, karena belajar adalah proses menuju kemajuan".Tegasnya.


"Tingkatkan belajar! Bapak setiap hari membaca, menulis dan mengajar, itu adalah dalam rangka belajar, sehingga mampu mengantisipasi masalah apapun yang akan datang". Pengakuannya.

"Kita tidak boleh lupa kewajiban kita adalah untuk beribadah, hari ini  diadakan Dauroh, yg tujuannya untuk menjadikan ibadah menjadi bahagia, bukan beban". Ujarnya


Isilah hidup dengan kesibukan. Jangan bersantai, malas, tidak pernah serius dan selalu menjadi orang yang lemah tidak semangat, hidup selalu tertekan (itulah yang akan menghambat keberhasilan). Pesan KH. Abun sebelum meninggalkan Dauroh. "Isilah hidup dengan Belajar, ibadah dan bekerja".


Dr. H. Arrazy Hasyim atau yang kerap disapa Buya Arrazy menjabarkan, 

"Tasawuf adalah ilmu cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlak, membangun lahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi". Saat sesi diskusi, Dra  Hj. Euis Marfua'h, M.A. istri pimpinan pondok dengan ketawadhuannya melontarkan pertanyaan  "Bagaimana shalat agar khusyuk?"


"Agar shalat khusyuk, harus menyadari shalatnya tidak khusyuk, belajar ma'rifat kepada Allah, jangan mendewakan khusyuk,  tapi khusyuklah kepada-Nya, kenalilah Allah (tinggalkan telinga dan sambungkan qolbu kepada-Nya) Khusyuk itu bukan menterjemahkan, bacaan shalat itu hanya ekspresi, yang khusyuk itu sudah tidak sadar akan gerakan shalatnya, tapi sadar sedang disaksikan Allah". Jawab Buya Arrazy

Mengutip dari Q.S. Al Fajr ayat 27-30, di nyatakan bahwa hati yang tenang akan masuk ke dalam surga-Nya, semoga dengan Dauroh tasawuf ini, menjadikan jiwa-jiwa SMI 1-3 menjadi Mutmainah, aamiin.

(DN)

0 komentar:

Posting Komentar

PSB 2020 - 2021

Popular Posts