Dua medali emas dipersembahkan oleh Rizqon Halala dan Sibila Aulia Tsabita yang berhasil meraih Juara 1. Sementara tujuh medali perak diraih Ruby Salman Al-Farizy, Syihabul Anam, Elysia Putri Khairani, Filzah Dwi Hermalina, Ayya Nurfaadhilah, Meta Marisa Holifia, dan Alisa Ajeng Ayu Bhakti.
Capaian ini menjadi buah dari proses latihan, kedisiplinan, keberanian, serta semangat para santri dalam mengembangkan potensi di luar pembelajaran akademik. Pencak silat tidak hanya menjadi sarana mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter santri agar memiliki mental yang kuat, sportif, disiplin, percaya diri, serta mampu menghargai setiap proses perjuangan.
Prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa mondok bukan hanya tentang belajar agama dan tinggal di pesantren. Di SMP–MTs Al-Muhajirin Pusat, santri dibimbing untuk mengaji, membangun adab dan kemandirian, sekaligus diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat hingga berprestasi.
Bagi Ayah dan Bunda yang sedang mempersiapkan pendidikan putra-putrinya setelah SD/MI, mari bergabung dan tumbuh bersama SMP–MTs Al-Muhajirin Pusat Purwakarta—mondok, mengaji, belajar, mengembangkan bakat, dan mengukir prestasi.
(AMS)








0 comments:
Posting Komentar